PEGAUDITAN I
MENGENAL AUDITING
SOAL LATIHAN I
1.
Sebutkan berbagai hal yang perlu di audit karena
ada potensi kesalahan.
Audit atau pengauditan adalah serangkaian
pemeriksaan untuk menguji kesesuaian objek pemeriksaan untuk menguji kesesuaian
objek pemeriksaan dengan standar atau ketentuan yang berlaku.
Jika melihat dari pengertian audit di atas maka
semua hal yang kita lakukan atau kita laporkan pada ddasarnya memerlukan
pengauditan karena setiap kegiatan pasti memiliki potensi kesalahan. Pengauditan
ini dilakukan untuk mengurangi potensi terjadinya kesalahan. Seperti contohnya
:
a. Pembuatan laporan keuangan
Laporan keuangan perusahaan memiliki potensi
kesalahan yang sangat besar jika pembuatnya tidak teliti dan berbuat curang.
Unyuk itu, sangat perlu adanya pengauditan agar kesalahan dan kecurangan yangn
dilakukan oleh pihak akuntan bisa di atasi. Pengauditan tersebut dapat
dilakukan dengan membandingan, memeriksa ataupun mengoreksi hasil laporan
keuangan tersebut apakah sudah sesuai dengan standar SAK yang ditetapkan oleh
IAI atau belum.
b. Pengauditan pada saat
pembelian barang di toko online
Transaksi jual beli barang di toko online sangan
perlu adanya pemeriksaaan karena si pembeli tidak bisa melihat secara real
barang yang diinginkannya sehingga sangat perluuntuk diperiksa ulang apakah
barang yang dibeli dan dikirim ke konsumen/pembeli sudah sesuai dengan standar
barang yang ditetapkan pada blog atau web toko online tersebut.
c. Pengauditan pada perusahaan
garmen
Baju yang sudah selessai di produksi harus
melalui serangkaian pemeriksaan dan finishing dari bagian Quality Control untuk
memastikan bahwa baju tersebut telah memenuhi stanar kualitas yang diminta oleh
konsumen dan yang telah ditetapkan oleh perusahaan baik dari sisi jahitan,
obrasan, ukuran, hingga ketepatan jenis kain.
Dan masih banyak lagi contoh-contoh pengauditan dalam kehidupan
sehari-hari. Jadi pengauditan itu tidak hanya bisa dilakukan pada laporan
keuangan saja.
2.
Berilah contoh-contoh kesalahan yang tidak disengaja, dan bagaimana cara memeriksanya
atau mengauditnya.
Contoh kesalahan yang tidak disengaja antara
lain dapat berupa kesalahan pembukuan re rekening yang lain, kesalahan mencatat
jumlah baik footing maupun cross footing, kesalahan memisahkan antara
pengeluaran modal dan pengeluaran penghasilan, kesalahan tidak membebankan
nilai depresiasi, dan lain-lain.
Contoh penyelesaiannya antara lain :
a. Kesalahan yang terjadi
akibat salah pembukuan rekening yang seharusnya dicatat ke rekening prusahaan A
ternyata oleh pihak bank dicatat ke rekening perusahaan B. Cara pengauditannya
yaitu dengan melakukan rekonsiliasi fiskal dengan membancingkan laba rugi
secara komersial yang di catat oleh perusahaan A dengan laporan Laba Rugi
Fiskal yang dicatat oleh pihak bank.
b. Kesalahan pencatatan persediaan.
Persediaan yang seharusnya senilai Rp 121.000.000,00
oleh pihak akuntansi dicatat sebesar Rp 112.000.000,00 sehingga menimbulkan
selisih sebesar Rp 9.000.000,00. Apabila terjadikesalahan seperti ini cara
mengauditnya adalah dengan mengumpulkan bukti-bukti pendukung yang valid
tentang nilai persediaan barang yang sebenarnya. Bukti tersebut dapat berupa
kartu pesediaan. Jika sudah benar terbukti kesalahannya maka harus dilakukan
pembetulan dengan membuat jurnal koreksi kesalahan dengan mendebit akun
Persediaan Barang dan mengkredit akun Koreksi Laba Tahun Lalu sebesar
selisihnya (Rp 9.000.000,00)
3.
Berikan contoh-contoh kesalahan yang di sengaja,
dan bagaimana cara mengoreksinya.
Kesalahan yang disengaja atau kecurangan dapat
disebabkan oleh beberapa hal antara lain :
a. Keinginan untuk
menghindarkan pajak.
b. Menyusun laporan keuangan
yang menguntungkan sehingga harga pasar surat berharga perusahaan dapat dipengaruhi.
c. Mempengaruhi pandangan
lembaga-lembaga tertentu seperti bank, untuk menutupi kecurangan-kecurangan
dalam perusahaan seperti pencurian uang.
Bila
kesalahan-kesalahan yang timbul ini atas kehendak pimpinan perusahaan maka
sistem dan prosedur akuntansi yang disusun sulit untuk bisa mencegahnya.
Contoh kecurangan
dan cara penyelesaiannya yaitu
a.
Pengakuan pendapatan diterima dimuka debagai
pendapatan supaya laba yang diperoleh terlihat lebih besar. Hal ini bertujuan
untuk menarik minat investor dan debitur agar mau dan yakin untuk berinvestasi
dan memberikan pinjaman di perusahaan.
Cara pengauditannya dapat dilakukan dengan
mengecek ulang data-data transaksi dan jurnal mengenai pendapatan dan
pendapatan diterima dimuka. Kesalahan seperti ini sangat mudah untuk dideteksi
karena dapat dihitung ulang.
b.
Penyalahgunaan aset-aset perusahaan. Seperti
kas perusahaan yang di gunakan untuk kepentingan pribadi karyawan tanpa
pencatatan. Proses audit dalam kasus ini dapat dilakukan dengan cara memeriksa
dan menghitung ulang aset perusahaan dengan lebih teliti. Kesalahan seperti ini
juga sangat mudah untuk dideteksi karena aset dapat di ukur atau dihitung.
Tanda kecuragan-kecurangan seperti contoh di
atas sangat mudah dideteksi karena akan terjadi perubahan yang signifikan pada
laporan keuangan.
4.
Buatlah contoh-contoh dokumentasi bukti
pelaksanaan pemeriksaan atau pelaksanaan audit, gunakan prinsip segala hal
memerlukan dokumentasi bukti ( bukti dokumenter ).
Bukti audit adalah seluruh informasi yang
digunakan oleh auditor untuk mencapai kesimpulan untuk menjadi dasar pendapat
audit dan mencakup informasi yang terdapat catatan-catatan akuntansi yang
mendasari laporan keuangan dan informasi lainnya.
Dokumen audit (audit documentation) atau sering
disebut sebagai kertas kerja audit adalah catatan utama auditor dari pekerjaan
yang di lakukan dan merupakan dasar bagi kesimpulan dalam laporan auditor.
Dokumentasi memfasilitasi perencanaan, kinerja,
dan supervisi perikatan dan memberikan dasar bagi review kualitas pekerjaan
dengan memberikan kepada riviewer dokumentasi tertulis dari bukti yang
mendukung kesimpulan signifikan auditor.
Dokumentasi audit yang biasa ditemukan meliputi :
a. Rencana dan program audit
Rencana audit ini berisi strategi yang diikuti
auditor dalam melaksanakan audit yang menggambarkan pemahaman auditor mengenai
klien dan potensi resiko audit. Juga berisi kerangka kerja dasar mengenai
bagaimana sumber daya audit.
b. Kertas neraca percobaan
Menghubungkan jumlah yang dilaporkan keuangan
dengan kertas kerja audit.
c. Analisis dan daftar akun
Kertas kerja analisis akun biasanya memasukkan
aktivitas di akun tertentu selama periode tersebut.
d. Memorandum audit
Kebanyakan pekerjaan auditor didokumentasikan
dalam memorandum tertulis termasuk diskusi mengenai hal-hal seperti
pengendalian internal, pengamatan persediaan, kekeliruan yang teridentifikasi
dan masalah yang dihadapi selama audit.
Sumber :
DEVINISI AUDITING
SOAL LATIHAN II
1. Sebutkan komponen dari laporan keuangan
a. Laporan Laba Rugi
Komponen pertama adalah laporan laba dan rugi. Laporan
laba dan rugi sendiri merupakan perpaduan antara pemasukan dan pengeluaran yang
harus dikeluarkan oleh perusahaan bersangkutan. Pertama, untuk laporan laba
adalah laporan pendapatan yang didapatkan oleh perusahaan tersebut dalam jangka
waktu yang sudah ditentukan. Sedangkan untuk laporan rugi adalah berapa banyak
pengeluaran yang mesti dikorbankan oleh perusahaan tersebut demi bisa
mendapatkan keuntungan. Guna dari membuat laporan laba dan rugi ini adalah agar
mampu menilai kinerja perusahaan dari waktu ke waktu. Sekaligus sebagai bentuk
review perusahaan atas berbagai keputusan apakah lebih banyak mendatangkan
dampak positif atau malah sebaliknya.
b.
Laporan Perubahan Ekuitas
Ekuitas atau modal tentu tak ubahnya
sebuah roda yang menjalankan perusahaan. Hal ini membuat tiap perusahaan harus
memiliki kontrol penuh terhadap modal yang dimiliki. Tidak terkecuali dalam
memperhatikan perkembangan modal yang dimiliki oleh perusahaan dari waktu ke
waktu. Pembuatan laporan perubahan ekuitas atau modal memiliki maksud untuk
mengetahui perkembangan perusahaan, apakah berjalan ke arah yang diinginkan
atau malah sebaliknya. Dimana hal ini bisa dilakukan dengan melihat hak
kepemilikan modal dari perusahaan tersebut tentu dengan jumlah periode yang
telah ditentukan. Struktur pembuatan laporan ini sendiri terdiri dari
investasi, saldo laba dan rugi hingga kepemilikan pribadi.
c.
Neraca
Laporan neraca adalah laporan yang di
hasilkan pada suatu periode tertentu yang menunjukkan posisi keuangan suatu
entitas pada akhir periode. Laporan Neraca yang diperlukan perusahaan sendiri
terdiri dari tiga hal paling utama. Tiga hal yang dimaksud adalah aktiva,
kewajiban dan modal. Dimana tiga hal yang telah disebutkan barusan haruslah
berada dalam ukuran yang seimbang demi kebaikan perusahaan itu sendiri.Tujuan
dari pembuatan Laporan Neraca perusahaan agar kekayaan perusahaan pada sebuah
periode yang ditentukan dapat diketahui secara lebih detail. Hal tersebutlah
yang membuat Laporan Neraca perusahaan haruslah disusun secara sistematis dan
juga kronologis.
d.
Laporan Arus Kas (Cash
Flow)
Aliran kas dalam perusahaan
seringkali digunakan demi kebutuhan produksi perusahaan tersebut. Untuk itulah,
harus dibuat sebuah laporan baku yang menjelaskan secara detail dan juga rinci
tentang kas perusahaan. Mulai dari aliran kas yang masuk ke perusahaan hingga
aliran kas yang keluar dari perusahaan. Tentunya hitungannya tergantung berapa
periode yang diinginkan.
e.
Catatan Atas
Laporan Keuangan
Untuk laporan yang terakhir bisa
dibilang adalah rangkuman dari semua laporan yang telah dibuat. Hal tersebut
disebabkan karena catatan atas laporan keuangan merupakan sinergi dari laporan
laporan neraca, laporan arus kas hingga laporan realisasi anggaran yang dibuat
dengan metode naratif. Pembuatan laporan ini akan berguna bagi pihak manajemen
perusahaan untuk mengambil berbagai keputusan penting perusahaan untuk
kedepannya. Yang tentunya untuk bisa mewujudkan visi perusahaan dan juga
keuntungan ekonomi.
2.
Sebutkan komponen dari Neraca,
Laporan Laba/Rugi, laporan Perubahan ekuitas, dan Laporan Arus Kas.
a.
Neraca
Neraca memiliki 3 unsur laporan keuangan yaitu aktiva, kewajiban dan
ekuitas dengan penjelasan berikut ini:
1. Aktiva (Asset), dibagi dalam lima klasifikasi yaitu:
1.a. Aktiva Lancar (Current Asset)
Yaitu aktiva yang manfaat ekonominya akan diperoleh
dalam waktu satu tahun atau kurang sesuai dengan siklus normal perusahaan. Atau
harta yang mudah dijadikan uang tunai atau harta yang selalu berubah-ubah
saldonya. Aktiva lancar meliputi kas, setara kas, bank, surat berharga
(marketable securities), piutang dagang, penghasilan yang akan diterima, wesel
tagih, persediaan barang, perlengkapan, biaya-biaya dibayar dimuka.
1.b. Investasi Jangka Panjang
Yaitu penanaman modal yang biasanya dilakukan
dengan tujuan memperoleh penghasilan tetap atau untuk menguasai perusahaan lain
dengan jangka waktu lebih dari satu tahun. Termasuk dalam klasifikasi ini yaitu
investasi saham dan investasi obligasi.
1.c. Aktiva Tetap (Fixed Asset):
Yaitu aktiva yang memiliki wujud fisik yang dapat
dipakai(masa manfaatnya) lebih dari satu tahun atau harta yang dipergunakan untuk
penunjang kegiatan usaha, bukan untuk maksud diperjualbelikan. Termasuk dalam
klasifikasi ini yaitu tanah, gedung/bangunan, peralatan, kendaraan, mesin, dll.
1.d. Aktiva Tidak Berwujud (Intangible Asset)
Yaitu aktiva yang tidak mempunya wujud (substansi
fisik) tetapi dapat dinilai dengan satuan mata uang. Yang biasanya memberikan
manfaat ekonomi bagi perusahaan dalam jangka waktu lebih dari satu tahun.
Contohnya seperti goodwill, hak cipta, hak paten, hak reklame, franchise, dan
lisensi.
1.e. Aktiva Lain-lain
Yaitu aktiva yang tidak dapat diklasifikasikan kedalam salah satu
klasifikasi diatas, contoh piutang kepada direksi dan beban ditangguhkan.
2. Kewajiban, dibagi dalam tiga klasifikasi yaitu:
2.a. Kewajiban atau hutang lancar (Current Liabilities)
Yaitu kewajiban/hutang yang harus segera dibayar atau hutang yang batas
tempo pembayarannya 1 tahun atau dibawah 1 tahun. Contohnya : hutang dagang,
hutang pajak, hutang bunga, hutang gaji, hutang biaya, dll.
2.b. Kewajiban atau Hutan Jangka Panjang (Long Term Liabilities)
Hutang yang tempo pembayarannya lebih dari satu tahun. Contohnya :
hutang bank, hipotik, obligasi, dll
2.c. Kewajiban atau Hutang Lain-lain
Kewajiban yang tidak dapat diklasifikasikan kedalam
salah satu klasifikasi diatas, misalnya hutang perusahaan kepada direksi.
3. Ekuitas/Modal (Capital)
Yaitu jumlah kekayaan yang merupakan milik perusahaan. Ekuitas dibagi
dalam dua klasifikasi yakni:
i. Ekuitas yang berasal dari setoran pemilik, misal
modal saham termasuk agio saham (jika ada).
ii. Ekuitas yang berasal dari hasil operasi, yaitu laba
yang tidak dibagikan kepada pemilik, biasanya dalam bentuk dividen yang dicatat
dalam akun Laba Ditahan.
b.
Laporan
Laba Rugi
Komponen yang
terdapat dalam laporan laba rugi adalah akun-akun nominal seperti pendapatan,
harga pokok penjualan dan beban/biaya.
Dapat digambarkan penyusunanya sebagai berikut:
Pendapatan dari penjualan xxxx
Dikurangi Harga Pokok Penjualan ( xxxx )
Laba-rugi kotor xxxx
Dikurangi Biaya operasi/usaha ( xxxx )
Laba-rugi operasi/usaha xxxx
Ditambah atau dikurangi Pendapatan/pengeluaran lain xxxx
Laba-rugi sebelum pajak xxxx
Dikurangi biaya pajak (
xxxx )
Laba-rugi bersih. xxxx
c.
Laporan
Perubahan Ekuitas
Unsur-unsur yang terdapat dalam
laporan perubahan ekuitas yaitu:
-
Modal awal tahun dan tambahan modal (investasi)
-
Saldo Laba-rugi
-
Prive(Pengambilan pemilik untuk keperluan pribadi).
d.
Laporan Arus Kas
Aliran
Kas perusahaan terdiri dari 3 bagian yakni:
1. Aliran Kas dari Aktivitas
Operasi (Operating)
Yaitu
aliran kas yang berhubungan langsung dengan produksi dan penjualan produk/jasa.
Terdiri atas : pengumpulan kas dari konsumen, pembayaran kepada pemasok, arus
Kas keluar dari kegiatan operasi lainnya serta pembayaran bunga, pembayaran
bunga untuk pajak.
2. Aliran Kas dari Aktivitas
Investasi (Investing)
Yaitu
aliran kas yang berhubungan dengan pembelian dan penjualan aktiva tetap maupun
investasi pada bisnis lain. Terdiri atas: pembayaran kas atas pembelian aktiva
tetap, penerimaan kas atas penjualan
aktiva tetap, pengeluaran kas untuk melakukan investasi pada bisnis lain,
penerimaan kas karena adanya divestasi atas investasi yang ada.
3. Aliran Kas dari Aktivitas
Pendanaan (Financing)
Yaitu
aliran kas yang diperoleh dari pinjaman dan ekuitas. Terdiri atas: penerimaan
kas dari hutang jangka pendek dan jangka panjang, pembayaran hutang jangka
pendek/hutang jangka panjang, penerimaan kas atas pembelian saham, pengeluaran
kas atas pembelian saham kembali, pengeluaran kas atas pembayaran dividen.
Sumber Dan
Penggunaan Kas
Sumber:
-
Laba bersih setelah pajak
-
Penyusutan dan pembebanan non kas lainnya bertambah
-
Aktiva berkurang
-
Hutang bertambah
-
Penjualan Saham
Penggunaan:
-
Rugi
-
Penyusutan dan pembebanan non kas lainnya berkurang
-
Aktiva bertambah
-
Hutang berkurang
-
Pembelian kembali saham
-
Pembayaran dividen.
3.
Jelaskan mengapa laporan keuangan
harus di audit.
Laporan
keuangan sangat perlu diaudit karena dalam laporan keuangan sangat berpotensi
adanya kesalahan atau penyimpangan baik yang dilakukan secara sengaja (fraud)
maupun yang terjadi karena ketidak sengajaan (eror). Selain itu, laporan
keuangan digunakan sebagai sumber informasi perusahaan baik bagi pengguna
intern perusahaan maupun ekstern perusahaan sehingga jika laporan keuangan
tersebut tidak diaudit akan mengurangi kepercayaan pengguna laporan keuangan
terhadap laporan keuangan tersebut.
4.
Mengapa fokus audit adalah : (1)
eksistensi bukti, (2) validitas bukti, dan (3) ketepatan perlakuan akuntansi
bukti.
Tujuan
dari adanya bukti audit yaitu untuk membantu keputusan tentang penilaian
risiko dengan mempertimbangkan salah saji berupa potensial yang akan mungkin
terjadi dan untuk membantu menentukan prosedur audit yang cocok dengan asersi
dan penilaian resiko. Untuk itu
pengujian bukti audit ditujukan untuk menguji tiga hal, yaitu eksistensi atau
keberadaan bukti yang mendukung asersi atau pernyataan auditor, validitas atau
kebenaran bukti yang masih berlaku, dan ketepatan perlakuan akuntansi atas
bukti-bukti yang digunakan. Pengujian ini dilakukan untuk meminimalisir
terjadinya risiko audit ataupun gagal audit.
5.
Jelaskan pengertian “ketepatan perlakuan akuntansi”, berikan
contohnya.
Yang dimaksud dari
ketepatan perlakuan akuntansi disini adalah dalam proses auditing bukti-bukti
yang dilakukan di analisis dengan tepat sesuai dengan standar dan kriteria yang
berlaku. Standar tersebut dapat berupa SAK, SOP, dan kebijakan-kebijakan lain
yang berlaku.
Contohnya : Laporan Laba
Rugi perusahaan A diaudit dengan membandingkan kesesuaiannya dengan standar SAK
yang berlaku.
Sumber :
DEVINISI AUDITING
SOAL LATIHAN III
1.
Jelaskan pengertian dari kata “sistematis”.
Sistematis adalah segala
usaha untuk menguraikan dan merumuskan sesuatu dalam hubungan yang teratur dan
logis sehingga membentuk suatu sistem yang berarti secara utuh, menyeluruh,
terpadu, mampu menjelaskan rangkaian sebab akibat menyangkut obyeknya.
Sedangkan yang dimaksud
dengan “sistematis” dalam proses audit adalah pengumpulan dan pengujian bukti
audit yang dilakukan dengan urutan langkah yang efektif dan efisien.
2. Mengapa audit harus
dilakukan secara “sistematis”?
Karena kata “sistematis” dalam pengertian pengauditan
mengandung implikasi yang berkaitan dengan berbagai hal, yaitu : bahwa
perencanaan audit dan perumusan strategi audit merupakan bagian penting dari
proses audit, bahwa perencanaan audit dan strategi audit harus berhubungan
dengan pemilihan dan penilaian bukti untuk tujuan pengauditan tertentu, bahwa
banyak tujuan audit tertentu dan bukti untuk mencapai tujuan-tujuan audit
tersebut saling berkaitan, dan bashwa saling keterkaitan tersebut menuntut
auditor untuk membuat banyak keputusan di dalam perencanaan dan pelaksanaan
audit.
3.
Sebutkan dan berikan contoh kriteria atau acuan yang bisa
digunakan untuk acuan audit
a.
Standar Akuntansi Keuangan (SAK)
SAK di
Indonesia terbagi menjadi 4 macam yaitu :
i.
PSAK – IFRS (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan –
International Financial Report Standart)
ii.
SAK – ETAP (Standar Akuntansi Keuangan – Entitas Tanpa
Akuntabilitas Publik)
iii.
PSAK Syariah
iv.
SAP (Standar Akuntansi Pemerintah) yang dibentuk oleh Komite
Standar Akuntansi Pemerintah (KSAP)
b.
SOP (Standar Operasional Prosedur)
i.
SOP Prosedur teknis
ii.
SOP administratif
c.
Peraturan dan Kebijakan
Peraturan
dan kebijakan yang ditetapkan oleh MenKeu mengenai prosedur pencatatan
akuntansi, besarnya PTKP wajib pajak, besarnya persentase pajak pasal 21, dll.
d.
SPAP (Standar Profesional Akuntan Publik)
Terdiri
dari Standar Auditing, Standar Atestasi, Standar Jasa Akuntansi dan Review,
Standar Jasa Konsultasi, Standar Pengendalian Mutu.
4.
Jelaskan fungsi SAK, SOP, Peraturan dan Kebijakan dalam
auditing.
Fungsi SAK dalam proses
auditing adalah sebagai standar atau kriteria untuk membandingkan hasil laporan
keuangan yang akan diaudit.
SOP dalam proses
akuntansi bertujuan untuk mengatur proses peembuatan laporan keuangan agar
dibuat secara rinci sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Sedangkan
dalam proses auditing SOP sebagai acuan apakah laporan tersebut sudah
dikerjakan secara sistematis sesuai SOP atau belum.
Peraturan dan kebijakan
yang ditetapkan oleh perusahaan berfungsi sebagai ketentuan-ketentuan yang
berlaku dalam proses pengauditan. Ketentuan ini dibuat untuk meminimalisir
terjadinya risiko audit dan gagal audit.
Sumber
:
Buku
Auditing Edisi II (Al. Haryono Jusuf)