PEGAUDITAN I
SOAL LATIHAN 1
1.
Jelaskan
perbedaan antara proses akuntansi dengan proses auditing
Proses akuntansi terdiri dari proses pencatatan/
perekaman transaksi ke dalam bukti transaksi, yang selanjutnya bukti transakti
tersebut di identifikasi dan dicatat ke dalam buku jurnal, dikelompokkan ke
dalam buku besar dan buku pembantu, kemudian di proses hingga menghasilkan
laporan manajerial dan laporan keuangan dengan acuan berbasis kebijakan
manajemen untuk laporan manajerial dan acua berbasis Standar Akuntansi Keuangan
(SAK) untuk laporan keuangan.
Proses Auditing adalah serangkaian proses mulai
dari penerimaan penugasan audit, perencanaan audit, pengumpulan bukti audit,
pengujian audit hingga menghasilkan pPelaporan hasil audit dengan acuan Standar
Profesional Akuntan Publik (SPAP).
2.
Jelaskan
perbedaan SAK dan SPAP, termasuk badan yang menerbitkannya.
Standar Akuntansi Keuangan (SAK) adalah suatu
kerangka dalam prosedur pembuatan laporan keuangan agar terjadi keseragaman dalam penyajian
laporan keuangan. SAK diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)
Standar
Profesional Akuntan Publik (disingkat SPAP) adalah kodifikasi berbagai
pernyataan standar teknis yang merupakan panduan dalam memberikan jasa bagi
Akuntan Publik di Indonesia. SPAP dikeluarkan oleh Dewan Standar Profesional
Akuntan Publik Institut Akuntan Publik Indonesia (DSPAP IAPI).
3.
Jelaskan
pengertian dari vouching dan tracing serta berikan contoh untuk masing-masing.
Vouching adalah kegiatan untuk
memeriksa kebenaran atau keabsahan suatu bukti yang mendukung transaksi dengan
cara yang berlawanan dari proses pembuatan laporan akuntansi. Vouching dimulai
dari proses pemeriksaan laporan keuangan terlebih dahulu, dilanjut pada buku
besar, jurnal dan terakhir pada bukti transaksi. Contonya : Dalam laporan keuangan tercatat terdapat Aset
kendaraan senilai 100.000.000,- dengan rincian kendaraan berupa motor sebanyak
10 unit @10.000.000,- maka untuk menguji kebenaran ada atau tidaknya kendaraan
tersebut auditor menelusuri keberadaan motor tersebut mulai dari memeriksa buku
besar persediaan, jurnal, hingga memeriksa bukti transaksi.
Tracing adalah suatu kegiatan yang merupakan kebalikan dari
Vouching. Arah kegiatan tracing adalah mengikuti dokumen sumber hingga ke
pencatatannya dalam catatan akuntansi. adapun pelaksanaan dari tracing adalah
mengikuti dokumen sumber, seperti faktur penjualan atau laporan pengiriman,
kemudian auditor melakukan penelusuran dokumen sumber tersebut melalui sistem
akuntansi ke pencatatan akhir dalam catatan akuntansi, seperti jurnal dan buku
besar. Contohnya : Misal: Ada pembelian persediaan 100 unit @Rp1 juta
dan sudah terjadi pengalihan hak dan risiko, namun fisiknya masih dititipkan di
gudang pihak III, maka untuk menguji apakah persedian tersebut “telah lengkap
dicatat dan dilaporkan”, auditor mentelusuri ke pencatatan persediaan tersebut
sampai ke pelaporannya.
4.
Anda mendapat bukti
audit berupa laporan arus kas. Bagaimana cara mengauditnya?
Cara mengaudit laporan aruskas pertama dengan mengumpulkan
bukti-bukti yang akurat berupa jurnal dan laporan neraca. Dengan berpedoman
pada SAK laporan aruskas dapat kita teliti kebenarannya dengan mengecek apakah
saldo kas akhir sesuai atau sama dengan saldo kas yang ada pada neraca,
selanjutnya mengecek jurnal yang berkaitan dengan penambahan dan pengurangan
saldo kas baik dari aktivitas operasi, investasi, maupun pendanaan. Selanjutnya
buat kesimpulan berupa opini apakah aruskas tersebut wajar tanpa pengecualian,
wajar dengan pengecualian, tidak wajar atau tidak memberikan opini.
SOAL LATIHAN 2
1.
Apa yang dimaksud
dengan audit operasional? Berikan ilustrasi !
Audit operasional adalah audit untuk mengevaluasi efiensi dan
efektifitaas proses bisnis. Hasil dari audit operasional ini berupa laporan dan
komentar tentang efektifitas dan efisiensi kegiatan operasional suatu
perusahaan. Contohnya : Evaluasi efektifitas dan efisiensi pada sistem
penggajian. Obyek auditnya berupa jumlah data penggajian yang diproses setiap
bulannya pada suatu perusahaan dengan bukti yang dikumpulkan berupa laporan
kesalahan data gaji karyawan. Diaudit dengan standar efisiensi dan efektivitas
pemrosesan data penggajian.
2.
Apa yang dimaksud
dengan audit kepatuhan? Berikan ilustrasi !
Audit kepatuhan adalah audit untuk menguji kepatuhan praktik
terhadap aturan atau prosedur yang berlaku. Hasil dari audit kepatuhan berupa
laporan data dan komentar tentang tingkat kepatuhan praktik terhadap kebijakan
dan peraturah yang berlaku. Contohnya : menentukan apakah setiap faktur
pembelian dilampiri dengan dokumen permintaan pembelian yang diotorisasi atau
tidak. Informasinya berupa praktik pengadaan barang dan jasa dengan bukti yang
tersedia berupa arsip faktur pembelian. Diaudit dengan standar berupa ketentuan
mengenai kelengkapan faktur pembelian.
3.
Apa yang dimaksud
dengan audit Sistem informasi akuntansi atau teknologi informasi? Berikan
ilustrasi !
Audit sistem informasi adalah proses
pengumpulan dan pengevaluasian bukti-bukti untuk menentukan apakah suatu system
aplikasi komputerisasi telah menetapkan dan menerapkan system pengendalian
intern yang memadai, semua aktiva dilindungi dengan baik atau tidak
disalahgunakan serta terjaminnya integritas data, keandalan serta efektifitas
dan efisiensi penyelenggaraan system informasi berbasis computer. Contohnya : Sistem pengendalian
intern atas laporan keuangan dengan kriteria berupa ketentuan SPI. Memastikan
sistem pengolahan data untuk laporan keuangan digunakan sesuai standar. Penggunaan
aplikasi akuntansi seperti MYOB, Accurate ataupun Ms. Excel di pastikan sesuai
dengan standar yang berlaku dan dalam input data dipastikan sudah sesuai dengan
ketentuan sehingga hasil laporan keuangan yang diperoleh benar dan akurat.
4.
Apa yang dimaksud
dengan audit laporan keuangan? Berikan ilustrasi !
Audit laporan keuangan merupakan penilaian atas suatu perusahaan
atau badan hukum lainnya (termasuk pemerintah) sehingga dapat dihasilkan
pendapat yang independen tentang laporan keuangan yang relevan, akurat,
lengkap, dan disajikan secara wajar. Audit keuangan biasanya dilakukan oleh
firma-firma akuntan karena pengetahuannya akan laporan keuangan. Contohnya :
Audit pada laporan laba rugi dengan bukti berupa jurnal dan buku besar. Stanar berupa
SAK. Ketika terjadi perubahan Laba yang signifikan dari periode sebelumnya
dengan periode ini perlu dilakukan pengecekan ulang apakah laporan laba rugi
yang dibuat oleh perusahaan sudah sesuai dengan SAK atau belum. Pengauditan dapat
dimulai dari pengecekan laporan keuangan hingga berakhir pada pengecekan bukti
transaksi. Hasil dari audit laporan keuangan ini berupa opini auditor yang
dikategorikan menjadi 4 opini yaitu opini wajar tanpa pengecualian, opini wajar
dengan pengecualian, opini tidak wajar, dan tidak memberikan opini. Jika auditor
tidak memberikan opini, biasanya terjadi karena bukti-bukti yang digunakan
untuk mengaudit kurang lengkap.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar