Minggu, 15 September 2019

Tugas 2


PEGAUDITAN I

SOAL LATIHAN 1
1.        Jelaskan perbedaan antara proses akuntansi dengan proses auditing
Proses akuntansi terdiri dari proses pencatatan/ perekaman transaksi ke dalam bukti transaksi, yang selanjutnya bukti transakti tersebut di identifikasi dan dicatat ke dalam buku jurnal, dikelompokkan ke dalam buku besar dan buku pembantu, kemudian di proses hingga menghasilkan laporan manajerial dan laporan keuangan dengan acuan berbasis kebijakan manajemen untuk laporan manajerial dan acua berbasis Standar Akuntansi Keuangan (SAK) untuk laporan keuangan.
Proses Auditing adalah serangkaian proses mulai dari penerimaan penugasan audit, perencanaan audit, pengumpulan bukti audit, pengujian audit hingga menghasilkan pPelaporan hasil audit dengan acuan Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP).

2.       Jelaskan perbedaan SAK dan SPAP, termasuk badan yang menerbitkannya.
Standar Akuntansi Keuangan (SAK) adalah suatu kerangka dalam prosedur pembuatan laporan keuangan  agar terjadi keseragaman dalam penyajian laporan keuangan. SAK diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)
Standar Profesional Akuntan Publik (disingkat SPAP) adalah kodifikasi berbagai pernyataan standar teknis yang merupakan panduan dalam memberikan jasa bagi Akuntan Publik di Indonesia. SPAP dikeluarkan oleh Dewan Standar Profesional Akuntan Publik Institut Akuntan Publik Indonesia (DSPAP IAPI).

3.       Jelaskan pengertian dari vouching dan tracing serta berikan contoh untuk masing-masing.
Vouching adalah kegiatan untuk memeriksa kebenaran atau keabsahan suatu bukti yang mendukung transaksi dengan cara yang berlawanan dari proses pembuatan laporan akuntansi. Vouching dimulai dari proses pemeriksaan laporan keuangan terlebih dahulu, dilanjut pada buku besar, jurnal dan terakhir pada bukti transaksi. Contonya :  Dalam laporan keuangan tercatat terdapat Aset kendaraan senilai 100.000.000,- dengan rincian kendaraan berupa motor sebanyak 10 unit @10.000.000,- maka untuk menguji kebenaran ada atau tidaknya kendaraan tersebut auditor menelusuri keberadaan motor tersebut mulai dari memeriksa buku besar persediaan, jurnal, hingga memeriksa bukti transaksi.
Tracing adalah suatu kegiatan yang merupakan kebalikan dari Vouching. Arah kegiatan tracing adalah mengikuti dokumen sumber hingga ke pencatatannya dalam catatan akuntansi. adapun pelaksanaan dari tracing adalah mengikuti dokumen sumber, seperti faktur penjualan atau laporan pengiriman, kemudian auditor melakukan penelusuran dokumen sumber tersebut melalui sistem akuntansi ke pencatatan akhir dalam catatan akuntansi, seperti jurnal dan buku besar. Contohnya : Misal: Ada pembelian persediaan 100 unit @Rp1 juta dan sudah terjadi pengalihan hak dan risiko, namun fisiknya masih dititipkan di gudang pihak III, maka untuk menguji apakah persedian tersebut “telah lengkap dicatat dan dilaporkan”, auditor mentelusuri ke pencatatan persediaan tersebut sampai ke pelaporannya.

4.       Anda mendapat bukti audit berupa laporan arus kas. Bagaimana cara mengauditnya?
Cara mengaudit laporan aruskas pertama dengan mengumpulkan bukti-bukti yang akurat berupa jurnal dan laporan neraca. Dengan berpedoman pada SAK laporan aruskas dapat kita teliti kebenarannya dengan mengecek apakah saldo kas akhir sesuai atau sama dengan saldo kas yang ada pada neraca, selanjutnya mengecek jurnal yang berkaitan dengan penambahan dan pengurangan saldo kas baik dari aktivitas operasi, investasi, maupun pendanaan. Selanjutnya buat kesimpulan berupa opini apakah aruskas tersebut wajar tanpa pengecualian, wajar dengan pengecualian, tidak wajar atau tidak memberikan opini.



SOAL LATIHAN 2

1.        Apa yang dimaksud dengan audit operasional? Berikan ilustrasi !
Audit operasional adalah audit untuk mengevaluasi efiensi dan efektifitaas proses bisnis. Hasil dari audit operasional ini berupa laporan dan komentar tentang efektifitas dan efisiensi kegiatan operasional suatu perusahaan. Contohnya : Evaluasi efektifitas dan efisiensi pada sistem penggajian. Obyek auditnya berupa jumlah data penggajian yang diproses setiap bulannya pada suatu perusahaan dengan bukti yang dikumpulkan berupa laporan kesalahan data gaji karyawan. Diaudit dengan standar efisiensi dan efektivitas pemrosesan data penggajian.

2.       Apa yang dimaksud dengan audit kepatuhan? Berikan ilustrasi !
Audit kepatuhan adalah audit untuk menguji kepatuhan praktik terhadap aturan atau prosedur yang berlaku. Hasil dari audit kepatuhan berupa laporan data dan komentar tentang tingkat kepatuhan praktik terhadap kebijakan dan peraturah yang berlaku. Contohnya : menentukan apakah setiap faktur pembelian dilampiri dengan dokumen permintaan pembelian yang diotorisasi atau tidak. Informasinya berupa praktik pengadaan barang dan jasa dengan bukti yang tersedia berupa arsip faktur pembelian. Diaudit dengan standar berupa ketentuan mengenai kelengkapan faktur pembelian.

3.       Apa yang dimaksud dengan audit Sistem informasi akuntansi atau teknologi informasi? Berikan ilustrasi !
Audit sistem informasi adalah proses pengumpulan dan pengevaluasian bukti-bukti untuk menentukan apakah suatu system aplikasi komputerisasi telah menetapkan dan menerapkan system pengendalian intern yang memadai, semua aktiva dilindungi dengan baik atau tidak disalahgunakan serta terjaminnya integritas data, keandalan serta efektifitas dan efisiensi penyelenggaraan system informasi berbasis computer. Contohnya : Sistem pengendalian intern atas laporan keuangan dengan kriteria berupa ketentuan SPI. Memastikan sistem pengolahan data untuk laporan keuangan digunakan sesuai standar. Penggunaan aplikasi akuntansi seperti MYOB, Accurate ataupun Ms. Excel di pastikan sesuai dengan standar yang berlaku dan dalam input data dipastikan sudah sesuai dengan ketentuan sehingga hasil laporan keuangan yang diperoleh benar dan akurat.

4.       Apa yang dimaksud dengan audit laporan keuangan? Berikan ilustrasi !
Audit laporan keuangan merupakan penilaian atas suatu perusahaan atau badan hukum lainnya (termasuk pemerintah) sehingga dapat dihasilkan pendapat yang independen tentang laporan keuangan yang relevan, akurat, lengkap, dan disajikan secara wajar. Audit keuangan biasanya dilakukan oleh firma-firma akuntan karena pengetahuannya akan laporan keuangan. Contohnya : Audit pada laporan laba rugi dengan bukti berupa jurnal dan buku besar. Stanar berupa SAK. Ketika terjadi perubahan Laba yang signifikan dari periode sebelumnya dengan periode ini perlu dilakukan pengecekan ulang apakah laporan laba rugi yang dibuat oleh perusahaan sudah sesuai dengan SAK atau belum. Pengauditan dapat dimulai dari pengecekan laporan keuangan hingga berakhir pada pengecekan bukti transaksi. Hasil dari audit laporan keuangan ini berupa opini auditor yang dikategorikan menjadi 4 opini yaitu opini wajar tanpa pengecualian, opini wajar dengan pengecualian, opini tidak wajar, dan tidak memberikan opini. Jika auditor tidak memberikan opini, biasanya terjadi karena bukti-bukti yang digunakan untuk mengaudit kurang lengkap.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar