Minggu, 15 September 2019


LAPORAN ARUS KAS

https://drive.google.com/drive/folders/17oe50vDnkrvFKnhLzEz5thRAXhHi4EoS

Tugas 2


PEGAUDITAN I

SOAL LATIHAN 1
1.        Jelaskan perbedaan antara proses akuntansi dengan proses auditing
Proses akuntansi terdiri dari proses pencatatan/ perekaman transaksi ke dalam bukti transaksi, yang selanjutnya bukti transakti tersebut di identifikasi dan dicatat ke dalam buku jurnal, dikelompokkan ke dalam buku besar dan buku pembantu, kemudian di proses hingga menghasilkan laporan manajerial dan laporan keuangan dengan acuan berbasis kebijakan manajemen untuk laporan manajerial dan acua berbasis Standar Akuntansi Keuangan (SAK) untuk laporan keuangan.
Proses Auditing adalah serangkaian proses mulai dari penerimaan penugasan audit, perencanaan audit, pengumpulan bukti audit, pengujian audit hingga menghasilkan pPelaporan hasil audit dengan acuan Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP).

2.       Jelaskan perbedaan SAK dan SPAP, termasuk badan yang menerbitkannya.
Standar Akuntansi Keuangan (SAK) adalah suatu kerangka dalam prosedur pembuatan laporan keuangan  agar terjadi keseragaman dalam penyajian laporan keuangan. SAK diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)
Standar Profesional Akuntan Publik (disingkat SPAP) adalah kodifikasi berbagai pernyataan standar teknis yang merupakan panduan dalam memberikan jasa bagi Akuntan Publik di Indonesia. SPAP dikeluarkan oleh Dewan Standar Profesional Akuntan Publik Institut Akuntan Publik Indonesia (DSPAP IAPI).

3.       Jelaskan pengertian dari vouching dan tracing serta berikan contoh untuk masing-masing.
Vouching adalah kegiatan untuk memeriksa kebenaran atau keabsahan suatu bukti yang mendukung transaksi dengan cara yang berlawanan dari proses pembuatan laporan akuntansi. Vouching dimulai dari proses pemeriksaan laporan keuangan terlebih dahulu, dilanjut pada buku besar, jurnal dan terakhir pada bukti transaksi. Contonya :  Dalam laporan keuangan tercatat terdapat Aset kendaraan senilai 100.000.000,- dengan rincian kendaraan berupa motor sebanyak 10 unit @10.000.000,- maka untuk menguji kebenaran ada atau tidaknya kendaraan tersebut auditor menelusuri keberadaan motor tersebut mulai dari memeriksa buku besar persediaan, jurnal, hingga memeriksa bukti transaksi.
Tracing adalah suatu kegiatan yang merupakan kebalikan dari Vouching. Arah kegiatan tracing adalah mengikuti dokumen sumber hingga ke pencatatannya dalam catatan akuntansi. adapun pelaksanaan dari tracing adalah mengikuti dokumen sumber, seperti faktur penjualan atau laporan pengiriman, kemudian auditor melakukan penelusuran dokumen sumber tersebut melalui sistem akuntansi ke pencatatan akhir dalam catatan akuntansi, seperti jurnal dan buku besar. Contohnya : Misal: Ada pembelian persediaan 100 unit @Rp1 juta dan sudah terjadi pengalihan hak dan risiko, namun fisiknya masih dititipkan di gudang pihak III, maka untuk menguji apakah persedian tersebut “telah lengkap dicatat dan dilaporkan”, auditor mentelusuri ke pencatatan persediaan tersebut sampai ke pelaporannya.

4.       Anda mendapat bukti audit berupa laporan arus kas. Bagaimana cara mengauditnya?
Cara mengaudit laporan aruskas pertama dengan mengumpulkan bukti-bukti yang akurat berupa jurnal dan laporan neraca. Dengan berpedoman pada SAK laporan aruskas dapat kita teliti kebenarannya dengan mengecek apakah saldo kas akhir sesuai atau sama dengan saldo kas yang ada pada neraca, selanjutnya mengecek jurnal yang berkaitan dengan penambahan dan pengurangan saldo kas baik dari aktivitas operasi, investasi, maupun pendanaan. Selanjutnya buat kesimpulan berupa opini apakah aruskas tersebut wajar tanpa pengecualian, wajar dengan pengecualian, tidak wajar atau tidak memberikan opini.



SOAL LATIHAN 2

1.        Apa yang dimaksud dengan audit operasional? Berikan ilustrasi !
Audit operasional adalah audit untuk mengevaluasi efiensi dan efektifitaas proses bisnis. Hasil dari audit operasional ini berupa laporan dan komentar tentang efektifitas dan efisiensi kegiatan operasional suatu perusahaan. Contohnya : Evaluasi efektifitas dan efisiensi pada sistem penggajian. Obyek auditnya berupa jumlah data penggajian yang diproses setiap bulannya pada suatu perusahaan dengan bukti yang dikumpulkan berupa laporan kesalahan data gaji karyawan. Diaudit dengan standar efisiensi dan efektivitas pemrosesan data penggajian.

2.       Apa yang dimaksud dengan audit kepatuhan? Berikan ilustrasi !
Audit kepatuhan adalah audit untuk menguji kepatuhan praktik terhadap aturan atau prosedur yang berlaku. Hasil dari audit kepatuhan berupa laporan data dan komentar tentang tingkat kepatuhan praktik terhadap kebijakan dan peraturah yang berlaku. Contohnya : menentukan apakah setiap faktur pembelian dilampiri dengan dokumen permintaan pembelian yang diotorisasi atau tidak. Informasinya berupa praktik pengadaan barang dan jasa dengan bukti yang tersedia berupa arsip faktur pembelian. Diaudit dengan standar berupa ketentuan mengenai kelengkapan faktur pembelian.

3.       Apa yang dimaksud dengan audit Sistem informasi akuntansi atau teknologi informasi? Berikan ilustrasi !
Audit sistem informasi adalah proses pengumpulan dan pengevaluasian bukti-bukti untuk menentukan apakah suatu system aplikasi komputerisasi telah menetapkan dan menerapkan system pengendalian intern yang memadai, semua aktiva dilindungi dengan baik atau tidak disalahgunakan serta terjaminnya integritas data, keandalan serta efektifitas dan efisiensi penyelenggaraan system informasi berbasis computer. Contohnya : Sistem pengendalian intern atas laporan keuangan dengan kriteria berupa ketentuan SPI. Memastikan sistem pengolahan data untuk laporan keuangan digunakan sesuai standar. Penggunaan aplikasi akuntansi seperti MYOB, Accurate ataupun Ms. Excel di pastikan sesuai dengan standar yang berlaku dan dalam input data dipastikan sudah sesuai dengan ketentuan sehingga hasil laporan keuangan yang diperoleh benar dan akurat.

4.       Apa yang dimaksud dengan audit laporan keuangan? Berikan ilustrasi !
Audit laporan keuangan merupakan penilaian atas suatu perusahaan atau badan hukum lainnya (termasuk pemerintah) sehingga dapat dihasilkan pendapat yang independen tentang laporan keuangan yang relevan, akurat, lengkap, dan disajikan secara wajar. Audit keuangan biasanya dilakukan oleh firma-firma akuntan karena pengetahuannya akan laporan keuangan. Contohnya : Audit pada laporan laba rugi dengan bukti berupa jurnal dan buku besar. Stanar berupa SAK. Ketika terjadi perubahan Laba yang signifikan dari periode sebelumnya dengan periode ini perlu dilakukan pengecekan ulang apakah laporan laba rugi yang dibuat oleh perusahaan sudah sesuai dengan SAK atau belum. Pengauditan dapat dimulai dari pengecekan laporan keuangan hingga berakhir pada pengecekan bukti transaksi. Hasil dari audit laporan keuangan ini berupa opini auditor yang dikategorikan menjadi 4 opini yaitu opini wajar tanpa pengecualian, opini wajar dengan pengecualian, opini tidak wajar, dan tidak memberikan opini. Jika auditor tidak memberikan opini, biasanya terjadi karena bukti-bukti yang digunakan untuk mengaudit kurang lengkap.


Sabtu, 07 September 2019

tugas pengauditan 1


PEGAUDITAN I
MENGENAL AUDITING

SOAL LATIHAN I
1.                    Sebutkan berbagai hal yang perlu di audit karena ada potensi kesalahan.
Audit atau pengauditan adalah serangkaian pemeriksaan untuk menguji kesesuaian objek pemeriksaan untuk menguji kesesuaian objek pemeriksaan dengan standar atau ketentuan yang berlaku.
Jika melihat dari pengertian audit di atas maka semua hal yang kita lakukan atau kita laporkan pada ddasarnya memerlukan pengauditan karena setiap kegiatan pasti memiliki potensi kesalahan. Pengauditan ini dilakukan untuk mengurangi potensi terjadinya kesalahan. Seperti contohnya :
a.      Pembuatan laporan keuangan
Laporan keuangan perusahaan memiliki potensi kesalahan yang sangat besar jika pembuatnya tidak teliti dan berbuat curang. Unyuk itu, sangat perlu adanya pengauditan agar kesalahan dan kecurangan yangn dilakukan oleh pihak akuntan bisa di atasi. Pengauditan tersebut dapat dilakukan dengan membandingan, memeriksa ataupun mengoreksi hasil laporan keuangan tersebut apakah sudah sesuai dengan standar SAK yang ditetapkan oleh IAI atau belum.

b.      Pengauditan pada saat pembelian barang di toko online
Transaksi jual beli barang di toko online sangan perlu adanya pemeriksaaan karena si pembeli tidak bisa melihat secara real barang yang diinginkannya sehingga sangat perluuntuk diperiksa ulang apakah barang yang dibeli dan dikirim ke konsumen/pembeli sudah sesuai dengan standar barang yang ditetapkan pada blog atau web toko online tersebut.

c.       Pengauditan pada perusahaan garmen
Baju yang sudah selessai di produksi harus melalui serangkaian pemeriksaan dan finishing dari bagian Quality Control untuk memastikan bahwa baju tersebut telah memenuhi stanar kualitas yang diminta oleh konsumen dan yang telah ditetapkan oleh perusahaan baik dari sisi jahitan, obrasan, ukuran, hingga ketepatan jenis kain.
Dan masih banyak lagi contoh-contoh pengauditan dalam kehidupan sehari-hari. Jadi pengauditan itu tidak hanya bisa dilakukan pada laporan keuangan saja.

2.                  Berilah contoh-contoh kesalahan  yang tidak disengaja, dan bagaimana cara memeriksanya atau mengauditnya.
Contoh kesalahan yang tidak disengaja antara lain dapat berupa kesalahan pembukuan re rekening yang lain, kesalahan mencatat jumlah baik footing maupun cross footing, kesalahan memisahkan antara pengeluaran modal dan pengeluaran penghasilan, kesalahan tidak membebankan nilai depresiasi, dan lain-lain.
Contoh penyelesaiannya antara lain :
a.      Kesalahan yang terjadi akibat salah pembukuan rekening yang seharusnya dicatat ke rekening prusahaan A ternyata oleh pihak bank dicatat ke rekening perusahaan B. Cara pengauditannya yaitu dengan melakukan rekonsiliasi fiskal dengan membancingkan laba rugi secara komersial yang di catat oleh perusahaan A dengan laporan Laba Rugi Fiskal yang dicatat oleh pihak bank.

b.      Kesalahan pencatatan persediaan.
Persediaan yang seharusnya senilai Rp 121.000.000,00 oleh pihak akuntansi dicatat sebesar Rp 112.000.000,00 sehingga menimbulkan selisih sebesar Rp 9.000.000,00. Apabila terjadikesalahan seperti ini cara mengauditnya adalah dengan mengumpulkan bukti-bukti pendukung yang valid tentang nilai persediaan barang yang sebenarnya. Bukti tersebut dapat berupa kartu pesediaan. Jika sudah benar terbukti kesalahannya maka harus dilakukan pembetulan dengan membuat jurnal koreksi kesalahan dengan mendebit akun Persediaan Barang dan mengkredit akun Koreksi Laba Tahun Lalu sebesar selisihnya (Rp 9.000.000,00)

3.                  Berikan contoh-contoh kesalahan yang di sengaja, dan bagaimana cara mengoreksinya.
Kesalahan yang disengaja atau kecurangan dapat disebabkan oleh beberapa hal antara lain :
a.      Keinginan untuk menghindarkan pajak.
b.      Menyusun laporan keuangan yang menguntungkan sehingga harga pasar surat berharga perusahaan dapat dipengaruhi.
c.       Mempengaruhi pandangan lembaga-lembaga tertentu seperti bank, untuk menutupi kecurangan-kecurangan dalam perusahaan seperti pencurian uang.
Bila kesalahan-kesalahan yang timbul ini atas kehendak pimpinan perusahaan maka sistem dan prosedur akuntansi yang disusun sulit untuk bisa mencegahnya.
Contoh kecurangan dan cara penyelesaiannya yaitu
a.      Pengakuan pendapatan diterima dimuka debagai pendapatan supaya laba yang diperoleh terlihat lebih besar. Hal ini bertujuan untuk menarik minat investor dan debitur agar mau dan yakin untuk berinvestasi dan memberikan pinjaman di perusahaan.
Cara pengauditannya dapat dilakukan dengan mengecek ulang data-data transaksi dan jurnal mengenai pendapatan dan pendapatan diterima dimuka. Kesalahan seperti ini sangat mudah untuk dideteksi karena dapat dihitung ulang.

b.      Penyalahgunaan aset-aset perusahaan. Seperti kas perusahaan yang di gunakan untuk kepentingan pribadi karyawan tanpa pencatatan. Proses audit dalam kasus ini dapat dilakukan dengan cara memeriksa dan menghitung ulang aset perusahaan dengan lebih teliti. Kesalahan seperti ini juga sangat mudah untuk dideteksi karena aset dapat di ukur atau dihitung.

Tanda kecuragan-kecurangan seperti contoh di atas sangat mudah dideteksi karena akan terjadi perubahan yang signifikan pada laporan keuangan.

4.                  Buatlah contoh-contoh dokumentasi bukti pelaksanaan pemeriksaan atau pelaksanaan audit, gunakan prinsip segala hal memerlukan dokumentasi bukti ( bukti dokumenter ).
Bukti audit adalah seluruh informasi yang digunakan oleh auditor untuk mencapai kesimpulan untuk menjadi dasar pendapat audit dan mencakup informasi yang terdapat catatan-catatan akuntansi yang mendasari laporan keuangan dan informasi lainnya.
Dokumen audit (audit documentation) atau sering disebut sebagai kertas kerja audit adalah catatan utama auditor dari pekerjaan yang di lakukan dan merupakan dasar bagi kesimpulan dalam laporan auditor.
Dokumentasi memfasilitasi perencanaan, kinerja, dan supervisi perikatan dan memberikan dasar bagi review kualitas pekerjaan dengan memberikan kepada riviewer dokumentasi tertulis dari bukti yang mendukung kesimpulan signifikan auditor.
Dokumentasi audit yang biasa ditemukan meliputi :
a.      Rencana dan program audit
Rencana audit ini berisi strategi yang diikuti auditor dalam melaksanakan audit yang menggambarkan pemahaman auditor mengenai klien dan potensi resiko audit. Juga berisi kerangka kerja dasar mengenai bagaimana sumber daya audit.

b.      Kertas neraca percobaan
Menghubungkan jumlah yang dilaporkan keuangan dengan kertas kerja audit.

c.       Analisis dan daftar akun
Kertas kerja analisis akun biasanya memasukkan aktivitas di akun tertentu selama periode tersebut.

d.      Memorandum audit
Kebanyakan pekerjaan auditor didokumentasikan dalam memorandum tertulis termasuk diskusi mengenai hal-hal seperti pengendalian internal, pengamatan persediaan, kekeliruan yang teridentifikasi dan masalah yang dihadapi selama audit.

Sumber :



DEVINISI AUDITING

SOAL LATIHAN II
1.        Sebutkan komponen dari laporan keuangan
a.      Laporan Laba Rugi
Komponen pertama adalah laporan laba dan rugi. Laporan laba dan rugi sendiri merupakan perpaduan antara pemasukan dan pengeluaran yang harus dikeluarkan oleh perusahaan bersangkutan. Pertama, untuk laporan laba adalah laporan pendapatan yang didapatkan oleh perusahaan tersebut dalam jangka waktu yang sudah ditentukan. Sedangkan untuk laporan rugi adalah berapa banyak pengeluaran yang mesti dikorbankan oleh perusahaan tersebut demi bisa mendapatkan keuntungan. Guna dari membuat laporan laba dan rugi ini adalah agar mampu menilai kinerja perusahaan dari waktu ke waktu. Sekaligus sebagai bentuk review perusahaan atas berbagai keputusan apakah lebih banyak mendatangkan dampak positif atau malah sebaliknya.

b.      Laporan Perubahan Ekuitas
Ekuitas atau modal tentu tak ubahnya sebuah roda yang menjalankan perusahaan. Hal ini membuat tiap perusahaan harus memiliki kontrol penuh terhadap modal yang dimiliki. Tidak terkecuali dalam memperhatikan perkembangan modal yang dimiliki oleh perusahaan dari waktu ke waktu. Pembuatan laporan perubahan ekuitas atau modal memiliki maksud untuk mengetahui perkembangan perusahaan, apakah berjalan ke arah yang diinginkan atau malah sebaliknya. Dimana hal ini bisa dilakukan dengan melihat hak kepemilikan modal dari perusahaan tersebut tentu dengan jumlah periode yang telah ditentukan. Struktur pembuatan laporan ini sendiri terdiri dari investasi, saldo laba dan rugi hingga kepemilikan pribadi.

c.       Neraca
Laporan neraca adalah laporan yang di hasilkan pada suatu periode tertentu yang menunjukkan posisi keuangan suatu entitas pada akhir periode. Laporan Neraca yang diperlukan perusahaan sendiri terdiri dari tiga hal paling utama. Tiga hal yang dimaksud adalah aktiva, kewajiban dan modal. Dimana tiga hal yang telah disebutkan barusan haruslah berada dalam ukuran yang seimbang demi kebaikan perusahaan itu sendiri.Tujuan dari pembuatan Laporan Neraca perusahaan agar kekayaan perusahaan pada sebuah periode yang ditentukan dapat diketahui secara lebih detail. Hal tersebutlah yang membuat Laporan Neraca perusahaan haruslah disusun secara sistematis dan juga kronologis.

d.      Laporan Arus Kas (Cash Flow)
Aliran kas dalam perusahaan seringkali digunakan demi kebutuhan produksi perusahaan tersebut. Untuk itulah, harus dibuat sebuah laporan baku yang menjelaskan secara detail dan juga rinci tentang kas perusahaan. Mulai dari aliran kas yang masuk ke perusahaan hingga aliran kas yang keluar dari perusahaan. Tentunya hitungannya tergantung berapa periode yang diinginkan.
  
e.      Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk laporan yang terakhir bisa dibilang adalah rangkuman dari semua laporan yang telah dibuat. Hal tersebut disebabkan karena catatan atas laporan keuangan merupakan sinergi dari laporan laporan neraca, laporan arus kas hingga laporan realisasi anggaran yang dibuat dengan metode naratif. Pembuatan laporan ini akan berguna bagi pihak manajemen perusahaan untuk mengambil berbagai keputusan penting perusahaan untuk kedepannya. Yang tentunya untuk bisa mewujudkan visi perusahaan dan juga keuntungan ekonomi.

2.      Sebutkan komponen dari Neraca, Laporan Laba/Rugi, laporan Perubahan ekuitas, dan Laporan Arus Kas.
a.      Neraca
Neraca memiliki 3 unsur laporan keuangan yaitu aktiva, kewajiban dan ekuitas dengan penjelasan berikut ini:
1. Aktiva (Asset), dibagi dalam lima klasifikasi yaitu:
1.a. Aktiva Lancar (Current Asset)
Yaitu aktiva yang manfaat ekonominya akan diperoleh dalam waktu satu tahun atau kurang sesuai dengan siklus normal perusahaan. Atau harta yang mudah dijadikan uang tunai atau harta yang selalu berubah-ubah saldonya. Aktiva lancar meliputi kas, setara kas, bank, surat berharga (marketable securities), piutang dagang, penghasilan yang akan diterima, wesel tagih, persediaan barang, perlengkapan, biaya-biaya dibayar dimuka.
1.b. Investasi Jangka Panjang
Yaitu penanaman modal yang biasanya dilakukan dengan tujuan memperoleh penghasilan tetap atau untuk menguasai perusahaan lain dengan jangka waktu lebih dari satu tahun. Termasuk dalam klasifikasi ini yaitu investasi saham dan investasi obligasi.

1.c. Aktiva Tetap (Fixed Asset):
Yaitu aktiva yang memiliki wujud fisik yang dapat dipakai(masa manfaatnya) lebih dari satu tahun atau harta yang dipergunakan untuk penunjang kegiatan usaha, bukan untuk maksud diperjualbelikan. Termasuk dalam klasifikasi ini yaitu tanah, gedung/bangunan, peralatan, kendaraan, mesin, dll.
1.d. Aktiva Tidak Berwujud (Intangible Asset)
Yaitu aktiva yang tidak mempunya wujud (substansi fisik) tetapi dapat dinilai dengan satuan mata uang. Yang biasanya memberikan manfaat ekonomi bagi perusahaan dalam jangka waktu lebih dari satu tahun. Contohnya seperti goodwill, hak cipta, hak paten, hak reklame, franchise, dan lisensi.
1.e. Aktiva Lain-lain
Yaitu aktiva yang tidak dapat diklasifikasikan kedalam salah satu klasifikasi diatas, contoh piutang kepada direksi dan beban ditangguhkan.

2. Kewajiban, dibagi dalam tiga klasifikasi yaitu:
2.a. Kewajiban atau hutang lancar (Current Liabilities)
Yaitu kewajiban/hutang yang harus segera dibayar atau hutang yang batas tempo pembayarannya 1 tahun atau dibawah 1 tahun. Contohnya : hutang dagang, hutang pajak, hutang bunga, hutang gaji, hutang biaya, dll.
2.b. Kewajiban atau Hutan Jangka Panjang (Long Term Liabilities)
Hutang yang tempo pembayarannya lebih dari satu tahun. Contohnya : hutang bank, hipotik, obligasi, dll
2.c. Kewajiban atau Hutang Lain-lain
Kewajiban yang tidak dapat diklasifikasikan kedalam salah satu klasifikasi diatas, misalnya hutang perusahaan kepada direksi.

3. Ekuitas/Modal (Capital)
Yaitu jumlah kekayaan yang merupakan milik perusahaan. Ekuitas dibagi dalam dua klasifikasi yakni:
i.     Ekuitas yang berasal dari setoran pemilik, misal modal saham termasuk agio saham (jika ada).
ii.    Ekuitas yang berasal dari hasil operasi, yaitu laba yang tidak dibagikan kepada pemilik, biasanya dalam bentuk dividen yang dicatat dalam akun Laba Ditahan.

b.      Laporan Laba Rugi
Komponen yang terdapat dalam laporan laba rugi adalah akun-akun nominal seperti pendapatan, harga pokok penjualan dan beban/biaya.
Dapat digambarkan penyusunanya sebagai berikut:
Pendapatan dari penjualan                                                                      xxxx
Dikurangi Harga Pokok Penjualan                                                                   ( xxxx )
Laba-rugi kotor                                                                                                                          xxxx
Dikurangi Biaya operasi/usaha                                                                              ( xxxx )
Laba-rugi operasi/usaha                                                                                                   xxxx
Ditambah atau dikurangi Pendapatan/pengeluaran lain       xxxx
Laba-rugi sebelum pajak                                                                                                xxxx
Dikurangi biaya pajak                                                                                                   ( xxxx )
Laba-rugi bersih.                                                                                                                        xxxx

c.       Laporan Perubahan Ekuitas
Unsur-unsur yang terdapat dalam laporan perubahan ekuitas yaitu:
- Modal awal tahun dan tambahan modal (investasi)
- Saldo Laba-rugi
- Prive(Pengambilan pemilik untuk keperluan pribadi).

d.      Laporan Arus Kas
Aliran Kas perusahaan terdiri dari 3 bagian yakni:
1. Aliran Kas dari Aktivitas Operasi (Operating)
Yaitu aliran kas yang berhubungan langsung dengan produksi dan penjualan produk/jasa. Terdiri atas : pengumpulan kas dari konsumen, pembayaran kepada pemasok, arus Kas keluar dari kegiatan operasi lainnya serta pembayaran bunga, pembayaran bunga untuk pajak.

2. Aliran Kas dari Aktivitas Investasi (Investing)
Yaitu aliran kas yang berhubungan dengan pembelian dan penjualan aktiva tetap maupun investasi pada bisnis lain. Terdiri atas: pembayaran kas atas pembelian aktiva tetap,  penerimaan kas atas penjualan aktiva tetap, pengeluaran kas untuk melakukan investasi pada bisnis lain, penerimaan kas karena adanya divestasi atas investasi yang ada.

3. Aliran Kas dari Aktivitas Pendanaan (Financing)
Yaitu aliran kas yang diperoleh dari pinjaman dan ekuitas. Terdiri atas: penerimaan kas dari hutang jangka pendek dan jangka panjang, pembayaran hutang jangka pendek/hutang jangka panjang, penerimaan kas atas pembelian saham, pengeluaran kas atas pembelian saham kembali, pengeluaran kas atas pembayaran dividen.

Sumber Dan Penggunaan Kas
Sumber:
- Laba bersih setelah pajak
- Penyusutan dan pembebanan non kas lainnya bertambah
- Aktiva berkurang
- Hutang bertambah
- Penjualan Saham
Penggunaan:
- Rugi
- Penyusutan dan pembebanan non kas lainnya berkurang
- Aktiva bertambah
- Hutang berkurang
- Pembelian kembali saham
- Pembayaran dividen.

3.      Jelaskan mengapa laporan keuangan harus di audit.
Laporan keuangan sangat perlu diaudit karena dalam laporan keuangan sangat berpotensi adanya kesalahan atau penyimpangan baik yang dilakukan secara sengaja (fraud) maupun yang terjadi karena ketidak sengajaan (eror). Selain itu, laporan keuangan digunakan sebagai sumber informasi perusahaan baik bagi pengguna intern perusahaan maupun ekstern perusahaan sehingga jika laporan keuangan tersebut tidak diaudit akan mengurangi kepercayaan pengguna laporan keuangan terhadap laporan keuangan tersebut.

4.      Mengapa fokus audit adalah : (1) eksistensi bukti, (2) validitas bukti, dan (3) ketepatan perlakuan akuntansi bukti.
Tujuan dari adanya bukti audit yaitu untuk membantu keputusan tentang penilaian risiko dengan mempertimbangkan salah saji berupa potensial yang akan mungkin terjadi dan untuk membantu menentukan prosedur audit yang cocok dengan asersi dan penilaian resiko. Untuk itu pengujian bukti audit ditujukan untuk menguji tiga hal, yaitu eksistensi atau keberadaan bukti yang mendukung asersi atau pernyataan auditor, validitas atau kebenaran bukti yang masih berlaku, dan ketepatan perlakuan akuntansi atas bukti-bukti yang digunakan. Pengujian ini dilakukan untuk meminimalisir terjadinya risiko audit ataupun gagal audit. 

5.      Jelaskan pengertian “ketepatan perlakuan akuntansi”, berikan contohnya.
Yang dimaksud dari ketepatan perlakuan akuntansi disini adalah dalam proses auditing bukti-bukti yang dilakukan di analisis dengan tepat sesuai dengan standar dan kriteria yang berlaku. Standar tersebut dapat berupa SAK, SOP, dan kebijakan-kebijakan lain yang berlaku.
Contohnya : Laporan Laba Rugi perusahaan A diaudit dengan membandingkan kesesuaiannya dengan standar SAK yang berlaku.


Sumber :







DEVINISI AUDITING

SOAL LATIHAN III
1.        Jelaskan pengertian dari kata “sistematis”.
Sistematis adalah segala usaha untuk menguraikan dan merumuskan sesuatu dalam hubungan yang teratur dan logis sehingga membentuk suatu sistem yang berarti secara utuh, menyeluruh, terpadu, mampu menjelaskan rangkaian sebab akibat menyangkut obyeknya.
Sedangkan yang dimaksud dengan “sistematis” dalam proses audit adalah pengumpulan dan pengujian bukti audit yang dilakukan dengan urutan langkah yang efektif dan efisien.

2.      Mengapa audit harus dilakukan secara “sistematis”?
Karena kata “sistematis” dalam pengertian pengauditan mengandung implikasi yang berkaitan dengan berbagai hal, yaitu : bahwa perencanaan audit dan perumusan strategi audit merupakan bagian penting dari proses audit, bahwa perencanaan audit dan strategi audit harus berhubungan dengan pemilihan dan penilaian bukti untuk tujuan pengauditan tertentu, bahwa banyak tujuan audit tertentu dan bukti untuk mencapai tujuan-tujuan audit tersebut saling berkaitan, dan bashwa saling keterkaitan tersebut menuntut auditor untuk membuat banyak keputusan di dalam perencanaan dan pelaksanaan audit.

3.      Sebutkan dan berikan contoh kriteria atau acuan yang bisa digunakan untuk acuan audit
a.      Standar Akuntansi Keuangan (SAK)
SAK di Indonesia terbagi menjadi 4 macam yaitu :
                                            i.            PSAK – IFRS (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan – International Financial Report Standart)
                                          ii.            SAK – ETAP (Standar Akuntansi Keuangan – Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik)
                                        iii.            PSAK Syariah
                                        iv.            SAP (Standar Akuntansi Pemerintah) yang dibentuk oleh Komite Standar Akuntansi Pemerintah (KSAP)
b.      SOP (Standar Operasional Prosedur)
                                            i.            SOP Prosedur teknis
                                          ii.            SOP administratif
c.       Peraturan dan Kebijakan
Peraturan dan kebijakan yang ditetapkan oleh MenKeu mengenai prosedur pencatatan akuntansi, besarnya PTKP wajib pajak, besarnya persentase pajak pasal 21, dll.

d.      SPAP (Standar Profesional Akuntan Publik)
Terdiri dari Standar Auditing, Standar Atestasi, Standar Jasa Akuntansi dan Review, Standar Jasa Konsultasi, Standar Pengendalian Mutu.

4.      Jelaskan fungsi SAK, SOP, Peraturan dan Kebijakan dalam auditing.
Fungsi SAK dalam proses auditing adalah sebagai standar atau kriteria untuk membandingkan hasil laporan keuangan yang akan diaudit.
SOP dalam proses akuntansi bertujuan untuk mengatur proses peembuatan laporan keuangan agar dibuat secara rinci sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Sedangkan dalam proses auditing SOP sebagai acuan apakah laporan tersebut sudah dikerjakan secara sistematis sesuai SOP atau belum.
Peraturan dan kebijakan yang ditetapkan oleh perusahaan berfungsi sebagai ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam proses pengauditan. Ketentuan ini dibuat untuk meminimalisir terjadinya risiko audit dan gagal audit.

Sumber :
Buku Auditing Edisi II (Al. Haryono Jusuf)